GeoTRW Nasional
Portal Sistem Informasi Geospasial Tata Ruang Wilayah
TENTANG LOGO & IDENTITAS

Logo GeoTRW Nasional

Logo ini dipilih sebagai identitas resmi portal karena merepresentasikan tiga hal yang wajib ada pada layanan geospasial tata ruang: cakupan nasional, presisi data, dan otoritas institusional.

Logo GeoTRW Nasional

Judul yang melandasi pengambilan logo

“GeoTRW Nasional — Portal Sistem Informasi Geospasial Tata Ruang Wilayah”. Judul ini menuntut identitas visual yang: (1) berorientasi geospasial (geo), (2) merepresentasikan tata ruang wilayah (TRW), dan (3) membawa legitimasi skala nasional (Nasional).

Geospasial Data Terstandar Layanan Publik Otoritas

Kenapa memilih logo ini

Rasional yang bisa dipertanggungjawabkan secara fungsi, estetika, dan tata kelola identitas.

Alasan fungsional

  • Mudah dikenali bahkan pada ukuran kecil (ikon, favicon, header WebGIS).
  • Terbaca cepat dalam konteks layanan publik: simbol → nama → deskripsi layanan.
  • Siap lintas media (web, dokumen, presentasi, signage) tanpa kehilangan identitas.
  • Selaras dengan domain geospasial: grid/meridian = peta, koordinat, sistem referensi.

Alasan institusional

  • Memberi sinyal otoritas: tipografi tegas, warna formal, struktur rapi.
  • Memperkuat trust: visual yang “resmi” mengurangi persepsi portal sebagai halaman uji coba.
  • Menjembatani multi-stakeholder: cocok untuk pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha.
  • Netral dan stabil: tidak bergantung tren desain yang cepat usang.

Identik apa saja logo ini

Makna elemen visual (ikon, warna, tipografi) dan implikasinya pada persepsi publik.

Ikon globe + grid

Mengisyaratkan cakupan nasional dan konteks spasial. Garis grid menyimbolkan koordinat, presisi, dan keterukuran (inti dari data geospasial).

Warna biru

Biru identik dengan kepercayaan, stabilitas, dan otoritas. Cocok untuk portal layanan publik yang menuntut legitimasi dan konsistensi.

Warna emas

Emas memberi aksen keunggulan dan nilai tanpa terlihat agresif. Ia menonjolkan kata “Nasional” sebagai penanda skala dan mandat.

Kenapa harus logo ini (argumen kritis)

  1. Jika portal membahas tata ruang, logo tidak boleh abstrak. Grid geospasial membuat identitas “berbicara” tentang fungsi, bukan sekadar dekorasi.
  2. Jika portal melayani publik, logo harus tahan salah tafsir. Simbol globe+peta adalah bahasa visual universal.
  3. Jika portal multi-wilayah, identitas harus lintas konteks. Logo ini netral dan tetap relevan untuk perluasan provinsi/layer.
  4. Jika data bersifat kebijakan, visual harus kredibel. Tipografi dan warna menghindari kesan “produk hiburan” atau “startup eksperimental”.
Uji realitas: logo layanan publik gagal bukan karena “tidak keren”, tetapi karena tidak konsisten, tidak terbaca pada ukuran kecil, dan tidak punya rasional yang bisa dipertanggungjawabkan. Logo ini dipilih untuk meminimalkan tiga kegagalan itu.

Kualitas logo (spesifik, kritis, tajam)

Daftar kualitas berikut bukan opini umum, tapi poin yang bisa diuji saat implementasi.

1) Keterbacaan (Legibility)

  • Nama “GeoTRW Nasional” tetap terbaca pada header sempit.
  • Kontras warna memadai pada latar terang.
  • Deskripsi subjudul dapat dimatikan bila ruang sempit tanpa merusak identitas utama.

2) Skalabilitas (Scalability)

  • Ikon globe tetap dikenali pada 24–32px (ikon menu / favicon).
  • Grid ikon tidak “pecah” saat diekspor PNG resolusi tinggi.
  • Proporsi ikon vs teks stabil untuk berbagai ukuran header.

3) Konsistensi sistem (System-fit)

  • Nyambung dengan UI data: kartu, statistik, dan modul tematik.
  • Warna biru selaras dengan aksen tombol dan link.
  • Kompatibel dengan pendekatan “portal layanan” (bukan landing marketing).

4) Integritas identitas (Anti-distorsi)

  • Logo tetap kuat tanpa efek berlebihan (shadow/glow tidak wajib).
  • Tidak bergantung pada background tertentu untuk “kelihatan bagus”.
  • Bila dipakai di dokumen resmi, tetap terlihat formal.

Checklist kualitas implementasi (dipakai apa saja)

  • Grid system pada header: logo–nav–aksi → memastikan jarak konsisten.
  • Tipografi Inter (400–900) → keterbacaan tinggi di layar, tampak resmi.
  • Warna terkontrol lewat CSS variables (`--primary`, `--soft`, `--muted`) → konsistensi lintas halaman.
  • Komponen kartu (border + shadow halus) → gaya portal kementerian yang bersih dan informatif.
  • Whitespace disiplin (padding/gap) → mengurangi kesan “ramai” dan meningkatkan fokus.

Spesifikasi & pedoman penggunaan

Pedoman praktis supaya logo tidak “hancur” saat dipakai di banyak media.

Aspek Standar Alasan
Ruang aman (clear space) Minimal setara tinggi huruf “G” di “GeoTRW” mengelilingi logo. Mencegah logo “nempel” elemen lain sehingga terlihat tidak resmi.
Ukuran minimum Ikon: 24px; Header logo: 56px (seperti implementasi saat ini). Menjaga grid pada ikon tetap terbaca dan tidak blur.
Warna latar Latar terang direkomendasikan; latar gelap boleh jika kontras teks dijaga. Memastikan keterbacaan nama dan subjudul.
Format file Utama: SVG (ideal). Alternatif: PNG 2x/3x untuk web. Mencegah pecah di layar besar dan saat cetak.
Larangan Jangan stretch, jangan ubah warna sembarang, jangan menumpuk efek berlebihan. Distorsi kecil merusak persepsi profesional, khususnya portal layanan publik.